Gellan Gum, Penstabil Makanan dan Minuman yang Vegan-friendly

10 Juni 2026

Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan gerakan untuk mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan, atau yang sering disebut plant-based diet semakin berkembang. Hal ini menjadi tantangan untuk industri makanan dan minuman agar terus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Maha punya solusi yang tepat untuk hidrokoloid penstabil makanan dan minuman Anda.

Mulai dari produk susu nabati, selai buah, hingga jus sari buah, Gellan gum dapat ditambahkan pada produk makanan dan minuman vegan, karena hidrokoloid yang ini aman untuk dikonsumsi dan vegan-friendly. Pelajari lebih lanjut mengenai karakteristik, fungsi, aplikasi, hingga rekomendasi batas aman penambahan Gellan Gum pada produk makanan dan minuman Anda!

Apa Itu Gellan Gum?

Gellan gum adalah polisakarida ekstraseluler yang bersifat hidrofilik. Senyawa ini disekresikan oleh mikroogranisme Sphingomonas elodea, atau yang disebut juga sebagai Pseudomonas elodea. Metode produksi bahan ini secara komersial yaitu dengan melalui kultur murni mikroorganisme tersebut, dan fermentasi karbohidrat. Gellan gum bersifat vegan-friendly dan aman diaplikasikan pada produk-produk vegan karena berasal dari tumbuhan.

Secara komersial, gellan gum tersedia dalam dua kategori, high acyl gellan gum (HA) dan low acyl gellan gum (LA). Gellan gum HA terdiri dari tulang punggung dengan urutan pengulangan tetrasakarida dan dua buah gugus asil sebagai rantai cabangnya, dan molekul ini dapat dihasilkan secara natural. Gellan gum HA yang melalui proses deasilasi untuk menghilangkan gugus asilnya akan kemudian menghasilkan gellan gum LA.

Gambar 1. Gellan Gum Powder (Berwarna Putih)

Karakteristik Gellan Gum, Penstabil Nabati Vegan

Berikut beberapa karakteristik Gellan Gum:  ​

  • Memiliki sifat penstabil yang baik 
  • Tidak merubah rasa makanan/minuman 
  • Tahan panas 
  • Stabil dalam berbagai range pH
  • Pembentuk gel yang baik
  • Memiliki rheologi yang rendah ​

Fungsi Gellan Gum

Karena sifatnya yang dapat membentuk gel, gellan gum seringkali digunakan di industri makanan dan minuman dan memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Pengental
  • Zat pensuspensi
  • Penstabil
  • Pembentuk gel ​

Aplikasi Gellan Gum pada Produk Pangan

Sesuai dengan fungsinya, gellan gum banyak digunakan pada industri makanan dan minuman, terutama pada minuman tersuspensi, yogurt, minuman protein nabati, jelly, puding, permen, selai, aditif rasa, dan makanan kaleng untuk hewan peliharaan. Berikut beberapa aplikasi gellan gum yang umum digunakan. Simak juga rekomendasi batas aman pengunaan gellan gum dalam makanan dan minuman. ​

1. Gellan Gum untuk Minuman Tersuspensi

Pada minuman tersuspensi, penambahan gellan gum dapat menstabilkan suspensi, dengan meningkatkan stabilitas dan tekstur dari minuman. Selain itu, gellan gum juga sangat stabil untuk digunakan pada minuman-minuman asam yang memiliki pH lebih rendah.

Beberapa contoh aplikasi pada selai:

  • Jus buah-buahan
  • Minuman berbasis susu

2. Gellan Gum untuk Minuman Protein Nabati

Pada industri minuman protein nabati dan minuman tinggi protein ataupun serat lainnya, gellan gum dapat meningkatkan stabilitas produk selama masa simpannya, serta mencegah pemisahan padatan dan cairan pada minuman. Terlebih lagi, penambahan gellan gum pada minuman protein nabati dapat meningkatkan rasa dari produk minuman tersebut.

Beberapa contoh aplikasi pada selai:

  • Susu kedelai (Soya)
  • Susu oat
  • Susu almond
  • Produk protein berbasis nabati lainnya

3. Gellan Gum untuk Selai

Pada industri selai, gellan gum digunakan sebagai alternatif gelling agent. Dibandingkan agen pembentuk gel lainnya, gellan gum dapat bekerja dengan baik dengan dosis yang lebih rendah. Selain itu, tekstur dan rasa selai juga lebih baik dibandingkan produk yang mengandung pektin. Secara umum, penambahan gellan gum pada selai dapat meningkatkan stabilitas, tekstur, dan rasa selai.

Beberapa contoh aplikasi pada selai:

  • Selai buah-buahan
  • Selai kacang
  • Selai srikaya
  • Dan berbagai selai lainnya

Batas Aman Penambahan Gellan Gum

Meskipun zat ini dikategorikan sebagai non toksik dan aman untuk dikonsumsi oleh manusia tanpa menghasilkan efek samping, ada batas rekomendasi penambahan gellan gum pada produk pangan, untuk menghasilkan produk yang sesuai ekspektasi. Berikut karakteristik dan batas aman penggunaan dua tipe gellan gum, LA Gellan Gum dan HA Gellan Gum.

  • Low Acyl (LA) Gellan Gum

Spesifikasi

Deskripsi

Mesh

Min. 95% lolos 60 mesh

Gel strength

>= 800g/cm2

Transparency

>= 80%

Batas Aman

0.02 – 0.03 %

Aplikasi

Jelly, minuman tersuspensi, selai, produk personal care, dll.

  • High Acyl (HA) Gellan Gum

Spesifikasi

Deskripsi

Mesh

Min. 95% lolos 60 mesh

Gel strength

>= 500g/cm2

Transparency

Batas Aman

0.02 – 0.03 %

Aplikasi

Minuman susu nabati, protein nabati, minuman jus buah, dll.

Supplier Gellan Gum di Indonesia

Tertarik untuk mencoba gellan gum sebagai penstabil nabati untuk produk makanan ataupun minuman Anda? Maha menyediakan gellan gum berkualitas tinggi untuk solusi pada produk makanan dan minuman Anda. Hubungi Kami sekarang untuk request sampel GRATIS ataupun konsultasi terkait formulasi dan pengembangan produk sekarang! ​

Afghanistan
Albania
Algeria
American Samoa
Andorra
Angola
Anguilla
Antarctica
Antigua and Barbuda
Argentina
Armenia
Aruba
Australia
Austria
Azerbaijan
Bahamas
Bahrain
Bangladesh
Barbados
Belarus
Belgium
Belize
Benin
Bermuda
Bhutan
Bolivia
Bonaire, Sint Eustatius and Saba
Bosnia and Herzegovina
Botswana
Bouvet Island
Brazil
British Indian Ocean Territory
Brunei Darussalam
Bulgaria
Burkina Faso
Burundi
Cambodia
Cameroon
Canada
Cape Verde
Cayman Islands
Central African Republic
Chad
Chile
China
Christmas Island
Cocos (Keeling) Islands
Colombia
Comoros
Congo
Cook Islands
Costa Rica
Croatia
Cuba
Curaçao
Cyprus
Czech Republic
Côte d'Ivoire
Democratic Republic of the Congo
Denmark
Djibouti
Dominica
Dominican Republic
Ecuador
Egypt
El Salvador
Equatorial Guinea
Eritrea
Estonia
Eswatini
Ethiopia
Falkland Islands
Faroe Islands
Fiji
Finland
France
French Guiana
French Polynesia
French Southern Territories
Gabon
Gambia
Georgia
Germany
Ghana
Gibraltar
Greece
Greenland
Grenada
Guadeloupe
Guam
Guatemala
Guernsey
Guinea
Guinea-Bissau
Guyana
Haiti
Heard Island and McDonald Islands
Holy See (Vatican City State)
Honduras
Hong Kong
Hungary
Iceland
India
Indonesia
Iran
Iraq
Ireland
Isle of Man
Israel
Italy
Jamaica
Japan
Jersey
Jordan
Kazakhstan
Kenya
Kiribati
Kosovo
Kuwait
Kyrgyzstan
Laos
Latvia
Lebanon
Lesotho
Liberia
Libya
Liechtenstein
Lithuania
Luxembourg
Macau
Madagascar
Malawi
Malaysia
Maldives
Mali
Malta
Marshall Islands
Martinique
Mauritania
Mauritius
Mayotte
Mexico
Micronesia
Moldova
Monaco
Mongolia
Montenegro
Montserrat
Morocco
Mozambique
Myanmar
Namibia
Nauru
Nepal
Netherlands
New Caledonia
New Zealand
Nicaragua
Niger
Nigeria
Niue
Norfolk Island
North Korea
North Macedonia
Northern Mariana Islands
Norway
Oman
Pakistan
Palau
Panama
Papua New Guinea
Paraguay
Peru
Philippines
Pitcairn Islands
Poland
Portugal
Puerto Rico
Qatar
Romania
Russia
Rwanda
Réunion
Saint Barthélémy
Saint Helena, Ascension and Tristan da Cunha
Saint Kitts and Nevis
Saint Lucia
Saint Martin (French part)
Saint Pierre and Miquelon
Saint Vincent and the Grenadines
Samoa
San Marino
Saudi Arabia
Senegal
Serbia
Seychelles
Sierra Leone
Singapore
Sint Maarten (Dutch part)
Slovakia
Slovenia
Solomon Islands
Somalia
South Africa
South Georgia and the South Sandwich Islands
South Korea
South Sudan
Spain
Sri Lanka
State of Palestine
Sudan
Suriname
Svalbard and Jan Mayen
Sweden
Switzerland
Syria
São Tomé and Príncipe
Taiwan
Tajikistan
Tanzania
Thailand
Timor-Leste
Togo
Tokelau
Tonga
Trinidad and Tobago
Tunisia
Turkey
Turkmenistan
Turks and Caicos Islands
Tuvalu
USA
USA Minor Outlying Islands
Uganda
Ukraine
United Arab Emirates
United Kingdom
Uruguay
Uzbekistan
Vanuatu
Venezuela
Vietnam
Virgin Islands (British)
Virgin Islands (USA)
Wallis and Futuna
Western Sahara
Yemen
Zambia
Zimbabwe
Åland Islands


Masuk untuk meninggalkan komentar
Cynamed, Ekstrak Artichoke yang Kaya Inulin
10Juni 2026