Beras Sudah Digunakan dalam Kosmetik Selama Berabad-abad. Kenapa Sekarang Kembali Populer?

15 September 2026

Beras bukanlah bahan baru dalam dunia kosmetik. Selama berabad-abad, perempuan di Jepang dan Korea telah menggunakan air beras untuk membilas kulit dan rambut. Di Korea, sisa fermentasi dari pembuatan rice wine juga digunakan dengan cara serupa, menjadi sebuah praktik tradisional yang didasarkan pada kepercayaan bahwa beras fermentasi dapat membantu menyegarkan tubuh, mendukung pemulihan dari kelelahan, dan membantu regenerasi kulit.

Yang baru adalah besarnya peluang komersial di balik warisan tersebut.

  • Pasar skincare berbasis beras bernilai sekitar USD 7,2 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD 14,9 miliar pada 2035, dengan CAGR 7,5%. Pertumbuhan ini didorong oleh tren clean beauty berbasis ingredient story, serta pergeseran beras dari sekadar supporting extract menjadi hero ingredient yang tertera di depan kemasan.
  • Dalam 2026 Ingredient Trends Report, Spate memasukkan fermented rice water sebagai salah satu heritage ingredient yang semakin diminati konsumen pada 2026, bersama bahan berbasis high-science seperti PDRN, beta glucan, dan peptides. Artinya, heritage dan biotech tidak lagi berada di dua kategori yang berbeda; konsumen mulai menerima keduanya dalam satu produk.
  • Yang menarik, pertumbuhan ini juga tidak lagi terbatas di Asia. Konsumen di negara Barat mulai mengadopsi ritual tradisional berbasis beras dari Asia, didorong oleh konten-konten di sosial media dan tren K-beauty. Bahkan, North America kini menjadi pasar terbesar, dengan sekitar 32,6% dari total nilai pasar global atau sekitar USD 2,3 miliar.
  • Clinical evidence menjadi faktor penting yang mengubah awareness menjadi repeat purchase. Studi yang dipublikasikan mengenai fermented rice bran melaporkan peningkatan kelembapan kulit lebih dari 10% serta penurunan transepidermal water loss sebesar 25,05%. Artinya, brand kini punya dasar yang lebih kuat untuk berbicara tentang manfaat beras, bukan hanya mengandalkan cerita tradisional.

Jadi, kebutuhan pasar pada 2026 cukup jelas: konsumen sudah percaya pada beras. Sekarang mereka ingin bukti dan alasan modern untuk tetap mempercayainya. Di sinilah Natori Exorice SC hadir.


Apa itu Natori Exorice SC?

Natori Exorice SC one-page technical flyer

Unduh 1-page flyer (JPG)

Natori Exorice SC merupakan bahan aktif dari rice bran, yang difermentasi menggunakan strain Saccharomyces cerevisiae, kemudian diformulasikan dalam bentuk nanosized vesicles yang berasal dari beras dan ragi.

Selama proses fermentasi, ada dua hal utama yang terjadi:

  • Substrat menghasilkan manfaatnya. Rice bran merupakan substrat yang kaya nutrisi. Selama fermentasi, terbentuk berbagai metabolit seperti amino acids dan vitamin yang berkaitan dengan manfaat antioxidant, moisturising, dan brightening.
  • Molekul menjadi lebih mudah dimanfaatkan. Fermentasi menghasilkan molekul dengan bioavailability yang lebih tinggi. Inilah yang membedakan antara rice extract yang sekadar terlihat menarik di daftar INCI dengan bahan aktif yang benar-benar dapat memberikan performa dalam formulasi akhir.

Selain teknologi tersebut, Natori Exorice SC juga membawa heritage story yang sudah familiar bagi konsumen. Beras memiliki sejarah panjang dalam aplikasi skin brightening, sementara tradisi Korean rice wine juga menghubungkannya dengan regenerasi kulit dan membantu mengurangi pembentukan melanin, sehingga dapat mendukung pencegahan pigmentasi seperti freckles dan dark spots.

Teknologi: Dual-Source Vesicle Recovery

Sebagian besar fermentasi beras hanya mengambil vesicles yang dilepaskan oleh sel. Natori Exorice SC mengambil keduanya.

  • Extracellular vesicles: diperoleh langsung dari hasil fermentasi. ​
  • Intracellular vesicles: dilepaskan melalui proses high-pressure processing (HPP).

Proses ini dilakukan secara non-chemical, menggunakan kombinasi HPP dan microfiltration, kemudian dilanjutkan dengan multi-step purification. Keuntungannya adalah vesicles dapat mempertahankan structural integrity yang lebih baik. Dengan kata lain, material yang masuk ke dalam formulasi tetap dalam kondisi yang lebih utuh, dibandingkan proses ekstraksi menggunakan solvent atau bahan kimia keras yang berpotensi merusak strukturnya.

Bagi brand, teknologi ini menjadi “modern reason to believe” di balik bahan yang sudah sangat familiar. Cerita tradisional mengenai manfaat beras tetap ada, tetapi kini didukung oleh proses yang juga bisa dijelaskan secara teknis kepada formulator.

Data Efikasi

Natori Exorice SC 5,0% essence / 6 partisipan / diaplikasikan 2 kali sehari

12.3%Peningkatan efek penguatan lapisan pelindung kelembapan kulit dalam 2 minggu
2.64%Perbaikan pigmentasi kulit  dalam 2 minggu
79.6%Peningkatan efek antioksidan pada stratum korneum dalam 2 minggu

Dalam dua minggu, pengujian ini menunjukkan dua manfaat yang sangat relevan untuk pasar Asia Tenggara, yakni hydration dan skin tone. Data antioxidant di baliknya menjadi penghubung yang penting. Oxidative stress berperan dalam penurunan fungsi skin barrier sekaligus pigmen kulit yang tidak merata. Artinya, satu bahan fermentasi aktif dapat mendukung klaim pelembap dan pencerah tanpa harus menumpuk terlalu banyak bahan aktif yang berbeda dalam satu formulasi.

In vitro

TestMetodeHasil
Viabilitas sel—Sitotoksisitas rendah dan mendukung proliferasi sel; bahan yang ramah terhadap mikrobioma. Proliferasi mengacu pada pertumbuhan dan pembaruan sel.
Anti-wrinkleUji ELISA C-peptida prokolagen Tipe IMenstimulasi sintesis kolagen Tipe I
Anti-inflamasiUji NO / lini sel RAW264.7Aktivitas anti-inflamasi terkonfirmasi

Profil low cytotoxicity dan microbiome-friendly juga menjadi nilai tambah yang penting. Dalam kategori brightening, konsumen seringkali harus memilih antara hasil yang kuat atau risiko iritasi. Bahan aktif yang membantu memperbaiki skin tone sekaligus tetap gentle terhadap skin barrier tentunya memberikan positioning yang berbeda bagi formulator.

Formulasi dengan Natori Exorice SC

TampilanCairan bening tak berwarna
Rekomendasi dosis1 – 5%
Rekomendasi penggunaanSkincare dan hair care
Manfaat UtamaAnti-oxidant · Melembapkan · Mencerahkan

Natori Exorice SC hadir dalam bentuk clear, colorless liquid dengan rekomendasi penggunaan 1–5%. Karakter ini membuatnya relatif mudah digunakan dalam berbagai formulasi, seperti essence, serum, toner, dan ampoule. Karena pengujian in vivo menggunakan konsentrasi 5,0% dalam format essence, level penggunaan tersebut menjadi tingkat konsentrasi yang telah didukung oleh data.konsentrasi yang memiliki data pendukung langsung.

Kenapa Sekarang?

Beras memberikan pengenalan merek secara instan di mata konsumen, di mana brand tidak perlu menghabiskan terlalu banyak effort untuk menjelaskan apa itu beras atau mengapa konsumen harus mempercayainya. Yang selama ini kurang dari rice-based ingredients adalah lapisan teknologi yang cukup kuat untuk mendukung positioning premium sekaligus memenuhi ekspektasi formulator.

Natori Exorice SC menambahkan lapisan tersebut: strain yang terdefinisi, dual-source vesicle recovery, non-chemical extraction, serta in vivo data untuk hydration dan skin tone dalam waktu dua minggu. Sebuah ingredient yang sudah dipercaya konsumen, kini dilengkapi dengan evidence yang dibutuhkan untuk produk launching di 2026.

Sumber: Rice-Based Skincare Products Market (Market.us, 2026); 2026 Ingredient Trends Report (Spate); product data: Natori Exorice SC technical flyer (Ecoori), 2026.

Or reach us directly
Masuk untuk meninggalkan komentar
Merawat Keseluruhan Kondisi Kulit Kepala dengan Natori Exobrew YT™
10 September 2026