Collagen Has a Shelf Life
Bayangkan sebuah produk di rak supermarket. Hari saat produk itu dibuat bukan akhir dari ceritanya, tapi justru awal. Seiring waktu, kualitasnya bisa menurun.
Kolagen di kulit bekerja dengan cara yang kurang lebih mirip. Tentu saja kolagen tidak punya tanggal kedaluwarsa yang tercetak. Tapi setelah terbentuk, kolagen tetap perlu matang, menempati struktur kulit dengan baik, dan terlindungi dari enzim yang bisa memecahnya.
Jadi, pertanyaan penting untuk formulator bukan hanya: bisakah kita membantu kulit membuat lebih banyak kolagen? Tapi juga: berapa lama kolagen itu bisa tetap bertahan dan berfungsi?
“Tolong Tambah Kolagen” Baru Setengah Cerita
Kalau bicara soal collagen ingredients, biasanya fokus utama adalah membantu kulit memproduksi lebih banyak kolagen. Itu memang penting. Tapi di dalam kulit, prosesnya tidak berhenti sampai di sana.
Kolagen baru harus melewati beberapa tahap. Kalau salah satu tahap tidak berjalan optimal, kolagen yang sudah susah payah dibentuk bisa lebih cepat rusak atau kehilangan fungsinya.
Lima Tahap Siklus Kolagen
Natori Collacell Vx dari Ecoori merupakan active complex berbasis lipid yang dirancang untuk mendukung kolagen sepanjang siklus hidupnya.
- Dibentuk — Collagen gene activation. Membantu menstimulasi COL-I, COL-III, dan COL-IV.
- Dimatangkan — Membantu menstabilkan struktur triple helix kolagen.
- Diatur — Matrix assembly and ECM repair. Membantu menurunkan ekspresi gen serta menghambat MMP-3 dan MMP-12.
- Dilindungi — Membantu menurunkan ekspresi gen serta menghambat MMP-1, MMP-2, MMP-3, dan MMP-9.
- Dioptimalkan — Bioavailability boost. Membantu meningkatkan penetrasi active ingredients agar bekerja lebih efektif.
MMPs merupakan enzim yang punya peran besar dalam proses pemecahan protein dan kolagen. Karena itu, memperlambat aktivitas MMP menjadi salah satu cara penting untuk membantu melindungi kolagen yang sudah dibentuk kulit.
Download the 1-page flyer (PNG)
Yang Ditunjukkan oleh Data Laboratorium
Tes in vitro:
- Collagen I stimulation (147%) — Bakuchiol menunjukkan respons collagen I yang lebih tinggi dibanding retinol.
- Collagen IV synthesis (193%) — VC-IP meningkatkan type IV collagen dibanding control.
- Collagen gene uplift (2.9X) — Tocotrienols meningkatkan COL1A1 dibanding stressed cells.
- Matrix organization (50%) — Hydroxyproline membantu meningkatkan pengaturan type I collagen.
- Elastase inhibition (70%) — Bakuchiol menunjukkan penghambatan elastase yang lebih tinggi dibanding retinol.
- Collagenase suppression (0.10X) — Tocotrienols menurunkan ekspresi gen collagenase hingga sepersepuluh.
Angka terakhir ini sangat penting untuk cerita produk ini. Membentuk kolagen itu baik, tetapi mencegah kolagen agar tidak cepat terurai membantu membuatnya bertahan lebih lama.
Formulation Snapshot
Natori Collacell Vx menggabungkan active setara vitamin A, C, dan E dalam satu oil-soluble complex, yaitu: Bakuchiol, Ascorbyl Tetraisopalmitate (VC-IP), Tocopheryl Acetate, Tocotrienols, Dipalmitoyl Hydroxyproline.
- INCI: Ascorbyl Tetraisopalmitate, Bakuchiol, Dipalmitoyl Hydroxyproline, Tocopheryl Acetate, Tocotrienols, Caprylic/Capric Triglyceride, Glycolipids, Rhodotorula Oil
- tingkat penggunaan yang direkomendasikan: 0.5–5%
- Tampilan: Cairan kuning
- Rekomendasi penggunaan: Produk personal care
Natori Collacell Vx cocok digunakan untuk formulasi firming, anti-aging, dan longevity-focused skincare, terutama ketika targetnya bukan hanya meningkatkan kolagen, tetapi juga membantu mempertahankannya lebih lama.
Jangan Hanya Membentuknya. Lindungi Juga.
Natori Collacell Vx — mendukung kolagen dari proses pembentukan hingga perlindungan.
Tertarik mencoba sampel atau mendapatkan technical data lengkapnya? Hubungi tim MAHA untuk informasi lebih lanjut.
Perluas kisahnya.
NATORI COLLACELL VX