Hiperpigmentasi adalah masalah kulit umum yang dialami banyak orang dan disebabkan oleh produksi melanin berlebih. Melanin adalah senyawa pigmen yang berasal dari asam amino tyrosine. Dua jenis utama pigmen alami yang mempengaruhi warna kulit adalah eumelanin dan pheomelanin. Sebagian besar whitening agent bekerja dengan cara menghambat produksi melanin, tetapi melanin yang sudah terdeposit di kulit biasanya tidak ikut ditargetkan.
5 Alasan Menggunakan Melazero:

Apa Itu Melazero?
1 produk 2 mekanisme whitening, Melazero adalah phyto whitening agent yang memblokir jalur melanogenesis dan memanfaatkan Autophagy, mekanisme pemenang Hadiah Nobel, untuk menghapus melanin yang sudah ada!
- Menghambat Jalur Melanogenesis
- Menghambat pembentukan pheomelanin dan eumelanin
- Autophagy
- Autophagy adalah mekanisme alami sel untuk menghancurkan dan mendaur ulang isinya sendiri dengan membungkus bagian tersebut menggunakan membran sel. Secara sederhana, bayangkan seperti pacman yang mewakili sel kita, “memakan” melanin lalu menguraikannya menjadi asam amino yang dapat digunakan kembali oleh tubuh.

Bukti Efektivitas:
Aktivasi Autophagy:

Fluorescence yang terlihat pada sel yang diberi Melazero menunjukkan bahwa autophagy berhasil diaktifkan. Berbeda dengan Arbutin, whitening agent lain yang tidak memicu autophagy.
Inhibisi Melanogenesis:

Semua sampel kecuali kontrol (-) diberikan α-melanocyte stimulating hormone (α-MSH). α-MSH merangsang produksi dan pelepasan melanin oleh melanocyte pada kulit dan rambut. Hasilnya menunjukkan bahwa Melazero mampu membantu menurunkan tyrosinase dan melanin.
Efektivitas Dibandingkan dengan Kojic Acid:

Melazero menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dalam mengurangi melanin dibandingkan kojic acid.
Efek Brightening Terlihat dalam 2 Minggu:

Uji klinis pada 22 orang menunjukkan bahwa Melazero mampu memberikan hasil dengan cepat. Hanya dalam 2 minggu, nilai melanin turun dari 163.99 menjadi 144.17. Sebagian besar whitening agent lain membutuhkan minimal 4 minggu untuk memberikan hasil serupa.
Uji Keamanan

Penggunaan 1% Melazero terbukti non-toxic dan tetap mempertahankan morfologi normal sel. Lebih aman dibandingkan kojic acid.

Berdasarkan cytotoxicity test, sel tetap viable bahkan pada penggunaan 2% Melazero.

Berdasarkan patch test pada 34 orang, Melazero tidak memicu iritasi kulit.
Supplier Melazero di Indonesia
Kontak Maha sekarang untuk mendapat dukungan teknis dan free sample!