Sebagian Besar Bahan Aktif Pemutih Hanya Mencegah Pembentukan Melanin Baru. Bagaimana Dengan Melanin yang Sudah Ada?

20 Agustus 2026

Perubahan terbesar dalam positioning skincare selama setahun terakhir bukanlah hadirnya bahan baru, melainkan cara pandang yang baru. Industri kini mulai bergeser dari konsep “anti-aging”, yang fokus memperbaiki tanda-tanda penuaan setelah muncul, menuju “longevity”, yaitu mendukung kesehatan sel kulit agar kerusakan yang dapat dicegah sejak awal. 

Para analis melihat pasar ini berkembang dari sekitar USD 800 miliar menuju estimasi USD 1,9 triliun pada 2034. Pendekatannya juga semakin presisi. Kini, bahan aktif baru diharapkan dapat menargetkan mekanisme biologis spesifik yang teridentifikasi jelas, bukan sekadar mengatasi anti-inflamasi" atau "anti-aging" secara umum.

Salah satu mekanisme yang berada di pusat tren ini adalah autophagy. Autophagy merupakan sistem daur ulang alami di dalam sel yang membantu membersihkan protein rusak, organel, dan berbagai “sisa” sel agar fungsi sel tetap berjalan dengan baik.

Mekanisme autophagy bahkan menjadi dasar penelitian Yoshinori Ohsumi yang meraih Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 2016. Ketika proses autophagy melambat, kemampuan sel untuk “membersihkan diri” ikut menurun. Karena itu, banyak bahan aktif yang berfokus pada longevity kini dirancang secara spesifik untuk membantu menstimulasi proses ini. ​

Melanophagy adalah bentuk yang lebih spesifik dari jalur tersebut, yaitu ketika autophagy diarahkan untuk satu tujuan tertentu, maka secara selektif membersihkan melanosome, struktur di dalam sel yang menyimpan melanin. Jadi, melanophagy bisa dilihat sebagai bagian yang sangat spesifik dari konsep longevity, tetapi diterapkan untuk masalah yang berbeda dari kebanyakan bahan aktif longevity: hiperpigmentasi, yang hingga kini masih menjadi salah satu concern utama skincare di Asia Tenggara.

Hal ini penting karena pendekatan brightening konvensional biasanya berfokus pada inhibisi tyrosinase untuk memperlambat pembentukan melanin baru. Namun, bagaimana dengan melanin yang sudah terbentuk dan tersimpan di kulit? Melanin tersebut tidak langsung hilang hanya karena proses produksinya dihentikan. 

Masih harus diperlukan proses untuk membersihkannya, dan secara alami hal ini biasanya menunggu siklus turnover kulit yang dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Di sinilah melanophagy menawarkan pendekatan yang berbeda: bukan hanya mengurangi pembentukan melanin baru, tetapi juga membantu membersihkan melanin yang sudah ada. ​

Melazero® V2, dari TEN yang tersedia di MAHA, diposisikan oleh produsennya sebagai active 3rd generation whitening yang bekerja berdasarkan dua mekanisme tersebut.

Melazero V2 product flyer

Mengenal Melazero® V2

Melazero® V2 merupakan phyto-complex berbasis dua ekstrak tanaman, yaitu Eriobotrya Japonica (Loquat) Leaf Extract dan Mentha Viridis (Spearmint) Extract, yang diformulasikan dalam sistem carrier Propanediol / 1,2-Hexanediol. Bahan ini telah dipatenkan dengan KR Patent No. 10-2264006, dengan rekomendasi penggunaan dari supplier sebesar 1–3%.

Hal yang membuatnya layak mendapatkan perhatian formulator adalah adanya mekanisme kedua yang melengkapi mekanisme brightening konvensional.

Cara Kerja: Dua Mekanisme dalam Satu Bahan Aktif

Berdasarkan data supplier, Melazero® V2 bekerja melalui dua cara:

  • Menghambat sintesis melanin: Mekanisme brightening konvensional yang juga banyak digunakan oleh active ingredient lain di pasaran.
  • Membantu membersihkan kelebihan melanin melalui melanophagy: Melalui jalur degradasi autophagy yang menargetkan melanin atau melanosome yang sudah terbentuk.

Supplier menyebutkan bahwa mekanisme ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional, yaitu BBRC — Biochemical and Biophysical Research Communications. Kombinasi dua mekanisme inilah yang disebut dalam materi supplier sebagai 3rd generation whitening, yang pada generasi sebelumnya berfokus pada inhibisi sintesis melanin, sementara pendekatan ini juga menargetkan melanin yang sudah terbentuk. ​

Data Klinis

Dalam uji klinis selama 4 minggu yang dilakukan oleh supplier, efek pemutihan terbukti pada konsentrasi hanya 1%, dengan pemantauan berdasarkan tiga parameter melalui dokumentasi foto pada tahap awal, minggu ke-2, dan minggu ke-4:

  • Warna kulit 
  • Kemerahan pada kulit
  • Pigmentasi kulit

Data keamanan yang dilaporkan bersamaan dengan hasil efikasi menunjukkan tidak adanya iritasi dalam pengujian selama 24 jam, dan supplier juga menyebutkan bahwa bahan ini bersifat non-toxic. 

Materi supplier turut membahas salah satu pertanyaan keamanan yang semakin sering muncul pada kategori brightening, yaitu risiko vitiligo atau leukoderma, dan menyatakan bahwa bahan ini tidak menimbulkan kekhawatiran tersebut. Perlu dicatat bahwa data keamanan ini berasal dari materi supplier, sehingga formulator tetap disarankan meminta dokumentasi studi lengkap untuk kebutuhan regulatory masing-masing.

Di Mana Melazero® V2 Bisa Digunakan?

Jika formulasi brightening Anda saat ini hanya mengandalkan inhibisi sintesis melanin, Melazero® V2 dapat dipertimbangkan sebagai bahan aktif pelengkap maupun alternatif yang juga membantu menangani melanin yang sudah terbentuk di kulit. Pendekatannya memanfaatkan mekanisme autophagy yang memiliki dasar ilmiah dan masih terus berkembang, bukan sekadar sebagai marketing angle.

Ingin Mendapatkan Data Lengkap?

Hubungi kami untuk mendapatkan technical data sheet dan clinical summary, atau request free sample Melazero® V2.

Or reach us directly
Zalo Viber
Masuk untuk meninggalkan komentar
Bahan Alternatif dari Hydroquinone yang Kini Menjadi Andalan Para Formulator
11 Agustus 2026